Subscribe Twitter Facebook

Senin, 15 Februari 2016

We're different


Aku tidak tau mengapa aku dapat menceritakan tentang kamu dan kita yang entah hubungan kita disebut apa.
Pertemuan pertama kita dapat dibilang tidak diduga-duga, direncanakan sama sekali pun tidak sama sekali karena pertemuan pertama kita di awali dengan situasi dan kondisi yang dapat dibilang dalam kondisi panik, deg2an dan apalah itu. Pada satu itu, tepatnya 5 September 2015 kita dan mahasiswa lain sedang bersama berjuang untuk mendapatkan gelar sarjana. Kebetulan kita satu ruangan dan satu penguji, tidak mustahil kita dapat bertemu. Untuk kesan pertama dapat dibilang masih biasa-biasa saja, sangat biasa saja. Aku pada saat itu hanya kenal 2 mahasiswa, yaitu 1 teman sekelasku dan 1 lagi teman nya aku jadi aku pernah kenal sebelumnya. Aku pun pada waktu itu belum tahu siapa nama mu, berkenalan pun kita tidak sempat karna tidak ada niat sama sekali untuk berkenalan. Untuk kesan pertama berlalu begitu saja, tidak ada hal yang istimewa dan aku tidak pernah sama sekali untuk mengingatmu atau bahkan sampai memikirkanmu.


Hampir sebulan waktu berlalu setelah sidang, pada disaat yang tidak terduga lagi kita dipertemukan yaitu disaat kita sedang menunggu antrian loket. Agak kurang elegan memang pertemuan kita yang kedua kalinya haha. Entah aku lupa siapa yang pertama kali menegur, aku atau kamu aku pun lupa. Ah yasudahlah itu tidak penting, yang terpenting pada saat itu kita dapat memulai percakapan dan aku dapat melihat wajahmu secara dekat. Pertemuan kita pada saat itu sungguh sangat singkat sekali, aku belum sempat menanyakan siapa namamu. Kebetulan ketika aku bertemu denganmu, ada seorang temanku dia berkata bahwa kamu mirip dengan dosen favorit ku, dilihat-lihat memang sekilas terlihat mirip. Ketika aku sudah sampai rumah, aku mengingat lagi wajahmu. Kesan kedua aku melihatmu sudah tidak biasa lagi, aku melihatmu sebagai sosok lelaki yang kalem, polos, lucu, murah senyum dan simple tidak suka ribet. Disitulah aku mulai terpesona dengan auramu,  aku menyadari aku mulai merasa ada ketertarikan untuk mengenalmu lebih dekat. Hal yang pertama aku cari tahu yaitu namamu. Darimana aku bisa tahu namamu terpikirlah dalam benakku untuk mencari di kertas sidang, kebetulan penguji kita sama maka tidaklah sulit aku menemukan namamu. Setelah aku tahu namamu, aku sedikit shock ternyata aku dan kamu berbeda iya sangat berbeda. Ada perbedaan yang signifikan, aku dan kamu tidak akan pernah bisa bersatu dikarenakan Tuhan kita berbeda.
Aku menceritakan hal ini ke temanku, aku bingung untuk terus lanjut mencari tahu atau tidak. Temanku bilang dan menyarankan bahwa tetap dekati saja dia dengan prinsip for having fun. Karna pada saat itu memang diakui bahwa aku dalam keadaan yang terpuruk dan membutuhkan seseorang yang bisa diajak bersenang-senang.
Pada akhirnya aku pun memutuskan untuk tetap lanjut. 


Waktu semakin berlalu, posisi aku pada saat itu hanya diam melihat kamu dari kejauhan. Aku belum bisa melakukan percakapan lebih lanjut secara langsung maupun via chat.
Tak disangka aku bertemu dengan mu lagi, pada saat itu pada waktu Job Fair dikampus. Kamu sedang mengobrol dengan temanmu dan kita bertemu lagi pada saat gladiresik wisuda ketika kamu sedang berbincang dengan temanmu mengenai undangan wisuda. Pada kedua kejadian tersebut aku hanya dapat melihatmu, tidak berani untuk bertegur sapa.

Waktu berbulan-bulan sudah berlalu, aku pun belum ada kemajuan untuk mendekatimu secara jauh. Dan stuck hanya tau namamu dan semakin penasaran dengan sosok dirimu.
Entah apa yang ada didalam benakku, terpikirkan untuk mencari tahu kontakmu. Aku meminta saran ke temanku, dan temanku menyarankan untuk mencari via facebook. Dan ternyata cara itu ampuh. Aku yang mengirim pesan duluan dan kamu membalas dengan respon yang cukup baik. Tidak cukup lama kita berkomunikasi via fb, aku pun mendapatkan kontakmu dikarenakan kita janjian untuk bertemu untuk mengambil ijazah bersama. Kita berkomunikasi via WhatsApp.
Untuk awalnya kita chat masih kaku dan masih biasa saja, kita chat masih seperlunya saja. Iya seperlunya saja jika kita ingin ke kampus bareng. Sekedar itu saja, tidak lebih.


Waktu semakin berjalan, pada akhirnya percakapan kita diluar dari percakapan seperlunya aja. Dimulai dari percakapan bercanda dan hal absurd lainnya. Dan kita jadi sering janjian ketemu dikampus bareng.
Dan pada akhirnya terjadilah percakapan yang entah aku lupa permulaannya darimana. Pada saat itu aku diharuskan untuk jujur dengan perasaanku. Perasaanku yang suka pada dirimu.
Ketika aku mengungkapkan, tak disangka kamu menawarkan hubungan yang lebih dari sekedar teman. Aku sempat bingung apakah secepat ini. Aku belum tahu percis mengenai hatimu kepadaku. Teringat dengan saran temanku bahwa aku harus bisa mencari kesenangan, jadi mengenai perasaan dan hatimu kepadaku menurutku tidaklah begitu penting, yang lebih penting bahwa kamu bisa membuat aku happy dan dapat membuat aku lupa sejenak dengan masalahku. Itu sudah lebih dari cukup. Maka dari itu aku putuskan untuk menjalin hubungan denganmu lebih dari sekedar teman. Walaupun status kita sudah berubah tetapi komitmen kita hanya untuk having fun dan happy, ya dikarenakan perbedaan kita yang membuat kita tidak dapat menjalin hubungan ke tahap yang lebih serius.

Dan hampir sebulan kita menjalin hubungan itu, terkadang aku memikirkan sangat disayangkan sekali hubungan kita seperti ini. Andai tidak ada perbedaan di dalam hidup kita, mungkin aku dapat mempunyai perasaan yang lebih lagi dan aku bisa serius. Akan tetapi setiap pertemuan pasti akan ada hikmahnya, so let it flow, enjoy and keep happy :D


Aku dapat memiliki dirimu tapi aku tidak dapat memiliki hatimu seutuhnya begitupun sebaliknya. Itulah pernyataan yang cocok untuk kita :)


                                                            Teruntuk kamu seseoarang yang
entah aku sebut apa

0 komentar:

Posting Komentar

 
Powered by Blogger