Subscribe Twitter Facebook

Jumat, 22 Mei 2015

Profesi Dalam TSI dan Kode Etik Formal

Profesi System Analyst dalam Teknologi Sistem Informasi

Definisi System Analyst
Sistem analis adalah orang atau seorang yang merancang, meneliti dan melihat serta menganalisa sebuah sistem yang bekerja. Baik itu berupa hardware, maupun software. Selain itu sistem analis juga dapat dikatakan sebagai seorang yang menggunakan pengetahuan aplikasi komputer yang dimilikinya untuk memecahkan suatu masalah dibawah arahan manajer atau manajemen sistem/ perusahaan. Seorang sistem dapat juga dikatakan orang yang bertanggung jawab menterjemahkan kebutuhan si pemakai atau user atau orang banyak kedalam spesifikasi teknik yang diperlukan oleh programmer sistem  dan diawasi oleh manajemen.
System Analysis adalah suatu teknik atau metode pemecahan masalah dengan cara menguraikan system ke dalam komponen-kemponen pembentuknya untuk mengetahui bagaiman komponen-komponen tersebut bekerja dan saling berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan system. Sistem analis juga adalah orang yang menganalisis sistem dengan mempelajari masalah-masalah yang timbul dan menentukan kebutuhan-kebutuhan pemakai serta mengidentifikasikan pemecahan yang beralasan (lebih memahami aspek-aspek bisnis dan teknologi komputer). Nama lainnya : system designer, business analyst, system consultant, system engineer, software engineer, sistem analyst programmer, information system engineer.

 Pada dasarnya seorang analisis sistem melakukan hal-hal berikut :

  •  Berinteraksi dengan pelanggan untuk memahami kebutuhan mereka.
  •  Berinteraksi dengan disainer untuk mengemukakan antarmuka yang diinginkan atas suatu perangkat lunak.
  •   Berinteraksi ataupun memandu programer dalam proses pengembangan sistem agar tetap berada pada jalurnya.
  •   Melakukan pengetesan sistem baik dengan data sampel atau data sesungguhnya untuk  membantu para pengetes.
  •   Mengimplementasikan sistem baru. 
  •   Menyiapkan dokumentasi berkualitas. 
  • Menganalisa sistem yang sudah ada dan membuat feasibility pengembangan sistem. 
  • Mengembangkan solusi yang paling efisian dan efektif.
  • Menentukan teknologi yang akan digunakan dalam solusi pembangunan / pengembangan sistem.
  • Menentukan framework dan standard implementasi pekerjaan yang akan digunakan dalam pembangunan / pengembangan sistem.
  • Mengarahkan tim dalam pengembangan agar dapat bekerja secara sinkron dan terarah.
  • Bekerja dan berkomunikasi dengan pihak  pemberi kerja untuk memetakan kebutuhan sistem yang akan dibangun / dikembangkan.
  • Membuat dokumen kebutuhan sistem.
  • Menerjemahkan kebutuhan client (pemberi kerja) kedalam spesifikasi teknis yang jelas dan terstruktur.
  • Membuat jadwal pelaksanaan implementasi termasuk jadwal uji coba dan skenarionya.
  • Mengawasi pelaksanaan implementasi sistem yang dibuat agar terarah dan sesuai dengan spesifikasi kebutuhan sistem dan jadwal yang telah ditetapkan.
  • Membuat metode transfer knowledge kepada pemberi kerja. 

           
Tugas dan tanggung jawab :
a.   Tanggungjawab analis sistem tidak hanya pada pembuatan program computer saja, tetapi pada sistem secara keseluruhan.
b.   Pengetahuan analis sistem harus luas, tidak hanya pada teknologi komputer, tetapi juga pada bidang aplikasi yang ditanganinya.
c.   Pekerjaan analis sistem dalam pembuatan program terbatas pada pemecahan masalah secara garis besar.
d.      Pekerjaan analis sistem melibatkan hubungan banyak orang, tidak terbatas pada sesama analis sistem,programer tetapi juga pemakai sistem dan manajer.

       Analis sistem harus mempunyai pengetahuan yang luas dan keahlian yang khusus. Beberapa analis setuju bahwa pengetahuan-pengetahuan dan keahlian berikut sangat diperlukan bagi seorang analis sistem yang baik : 

a. Pengetahuan dan keahlian tentang teknik pengolahan data, teknologi komputer dan pemograman komputer · Keahlian teknis yang harus dimiliki adalah termasuk keahlian dalam penggunaan alat dan teknik untuk pengembangan perangkat lunak aplikasi serta keahlian dalam menggunakan komputer. · Pengetahuan teknis yang harus dimiliki meliputi pengetahuan tentang perangkat keras, teknologi komunikasi data, bahasa-bahasa komputer, sistem operasi, utiliti, dan paket-paket perangkat lunak lainnya. 

b. Pengetahuan tentang bisnis secara umum Aplikasi bisnis merupakan aplikasi yang sekarang paling banyak diterapkan, maka analis sistem harus mempunyai pengetahuan tentang ini. Pengetahuan ini dibutuhkan supaya analis sistem dapat berkomunikasi dengan pemakai sistem. Pengetahuan tentang bisnis ini meliputi akuntansi keuangan, akuntansi biaya, akuntansi manajemen, sistem pengendalian manajemen, pemasaran produksi, manajemen personalia, keuangan, perilaku organisasi, kebijaksanaan perusahaan dan aspek-aspek bisnis lainnya. 

c. Pengetahuan tentang metode kuantitatip Dalam membangun model-model aplikasi, analis sistem banyak menggunakan metode-metode kuantitatif seperti linier programming, dynamic programming, regresion, network, decision tree, trend, simulasi. 

d. Ahli memecahkan masalah kompleks ke dalam masalah kecil Analis sistem harus mempunyai kemampuan untuk meletakkan permasalahan- permasalahan komplek yang dihadapi oleh bisnis, memecah-mecah masalah tersebut ke dalam bagian-bagiannya, menganalisisnya dan kemudian harus dapat merangkainya kembali menjadi suatu sistem yang dapat mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut. 

e. Ahli berkomunikasi dan membina hubungan Analis sistem harus mempunyai kemampuan untuk mengadakan komunikasi baik secara lisan maupun tertulis. Keahlian ini diperlukan di dalam wawancara, presentasi, rapat dan pembuatan laporan-laporan. 

f. Memahami metodologi pengembangan sistem informasi Manusia merupakan faktor yang kritis di dalam sistem dan watak manusia satu dengan yang lainnya berbeda. Analis sistem yang kaku dalam membina hubungan kerja dengan personil-personil lainnya yang terlibat, akan membuat pekerjaannya menjadi tidak efektif. Apalagi bila analis sistem tidak dapat membina hubungan yang baik dengan pemakai sistem, maka akan tidak mendapat dukungan dari pemakai sistem atau manajemen dan kecenderungan pemakai sistem akan mempersulitnya.

Kode Etik System Analyst
System analyst membutuhkan sebuah kode etik. Kode etik System analyst sebenarnya hampir sama dengan kode etik yanng dimiliki oleh programmer.
Kode etik seorang System analyst adalah sebagai berikut :
1. Seorang sistem analis tidak boleh membuat sistem yang sulit dengan sengaja untuk
    membingungkan atau tidak akurat.
2. Seorang sistem analis tidak boleh menggunakan sistem yang telah ada sebelumnya dengan
    hak cipta kecuali telah membeli atau telah meminta izin.
3. Tidak boleh mencari keuntungan tambahan dari proyek yang didanai oleh pihak kedua tanpa
     izin.
4. Tidak boleh mencuri software khususnya development tools.
5. Tidak boleh menerima dana tambahan dari berbagai pihak eksternal dalam suatu proyek
    secara bersamaan kecuali mendapatkan izin.
6.  Tidak boleh membuat sistem yang dengan sengaja menjatuhkan sistem lain untuk mengambil
     keuntungan dalam menaikkan status.
7.  Tidak boleh membeberkan data-data penting karyawan dalam perusahaan.
8.  Tidak pernah mengambil keuntungan dari pekerjaan orang lain.
9. Tidak boleh mempermalukan profesinya.
10.  Terus mengikuti pada perkembangan ilmu komputer.
System Analyst yang baik harus mampu untuk mengikuti alur kerja berikut ini :
  • Memahami system yang ada
  •  Identifikasi masalah
  •  Menganalisa masalah
  • Merumuskan pemecahan/solusi
Seorang analis sistem tidak bekerja sendiri. Ia akan berhubungan tidak hanya dengan sesama system analyst, tapi juga dengan programmer, user dan manager.

a.         Mampu bekerja sama
b.         Mampu berkomunikasi dengan baik
c.         Mempunyai sopan santun
d.        Mempunyai pendirian yang tegas
e.         Mampu bersikap dewasa
f.          Mampu bersikap tegas
g.         Dapat bertindak secara metodik
h.         Dapat bersikap akurat dalam memperhitungkan biaya-biaya
i.          Mempunyai sifat kreatif


Badan yang mengatur Profesi System Analyst 
A. OPSI 
      Organisasi adalah wadah berkumpulnya sekelompok orang yang memiliki tujuan bersama,
kemudian mengorganisasikan diri dengan bekerja bersama-sama dan merealisasikan
tujuanya. OPSI merupakan suatu perkumpulan yang didirikan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
    OPSI adalah singkatan dari Organisasi Profesi System analyst Indonesia. Sebuah 
organisasi yang memungkinkan untuk para System analyst saling bertukar fikiran, dan dapat
membuat sistem-sistem baru yang lebih baik dan berkualitas dari sistem yang sudah ada 
sebelumnya. Dengan adanya OPSI ini masyarakat dan para system analyst dapat meraih hasil
yang sebelumnya belum dapat dicapai oleh individu secara sendiri-sendiri.
  
Kegiatan OPSI dalam berbagai bidang, meliputi:
1.   Penetapan standar profesi System Analyst Nasional
2.   Pemberian sertifikasi dalam bidang kompetensi system analyst nasional.
3.   Peningkatan kemampuan anggota dalam bidang system analyst, baik itu sebagai dukungan
  atas memahami metodologi pengembangan sistem informasi maupun dalambidangpengetahuan tentang bisnis secara umum dan berkomunikasi serta membina hubungan baik dengan pengguna.  
4.  Peningkatan awareness kalangan universitas umumnya, dan jurusan akuntansi serta teknologi dan manajemen informatika khususnya, mengenai pentingnya sistem dan pengendalian sistem informasi

   OPSI dibentuk dengan tujuan untuk memajukan dan memasyarakatkan profesi System
analyst di Indonesia.
K E G I A T A N
Untuk mencapai tujuan tersebut, OPSI akan melakukan kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
1. Menumbuhkan masyarakat yang paham dan peduli tentang merancang, meneliti dan melihat serta menganalisa sebuah sistem yang bekerja. Baik itu berupa hardware, maupun software, dalam menegakkan tata-kelola yang baik dari setiap penyelenggaraan sistem informasi yang berdukungan Teknologi Informasi, melalui program sosialisasi yang memanfaatkan semua media komunikasi, dan menjaring keanggotaan yang seluas-luasnya.
2. Meningkatkan layanan kepada anggota berupa penyelenggaraan berbagai kegiatan edukasi.
3. Mengembangkan gagasan, melakukan langkah-langkah persiapan aspek legalitas, kelembagaan, teknis dan administratif, dan pada waktunya akan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan sertifikasi profesi system analyst dan penetapan akreditasi atas lembaga pendidikan dan pelatihan sistem analis, yang berlaku dan diakui secara nasional.
5. Mengidentifikasi dan menggali sumber daya yang tersedia di Pemerintahan, komunitas usaha dan masyarakat, yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan-kegiatan dalam mencapai tujuan organisasi.
6. Menjalin hubungan kelembagaan yang saling menguntungkan dengan pihak-pihak yang mempunyai kepentingan dan sejalan dengan tujuan organisasi, baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri.
7. Melaksanakan kegiatan lain yang mendukung dan sejalan dengan tujuan organisasi, dengan mentaati ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

REFERENSI

0 komentar:

Posting Komentar

 
Powered by Blogger