Subscribe Twitter Facebook

Sabtu, 21 Desember 2013

Keluhan Tentang Smartwatch Galaxy Gear Samsung

 

Samsung mungkin hanya mendapatkan waktu yang tepat dengan merilis peluncuran jam barunya – namun hanya sebatas itu saja.

Perusahaan besar elektronik tersebut menjadi bahan perbincangan dunia gadget dengan smartwatch Galaxy Gear yang dirilisnya, namun respons terhadap perangkat itu sendiri tidak cukup baik. Mulai dari kurangnya kemampuan untuk tidak bergantung pada smartphone Galaxy atau ketahanan baterai yang terlampau buruk, para konsumen dan pakar teknologi pekan lalu mengeluh di beberapa situs berita dan media sosial mengenai arloji era baru keluaran Samsung tersebut.

Kami mengumpulkan beberapa alasan utama kenapa Galaxy Gear tidak bekerja dari sebagian besar pengulas. Meskipun Galaxy Gear mengenalkan era baru untuk teknologi yang bisa dipakai, dengan Google dan Apple juga dikabarkan tengah memproduksi smartwatch milik mereka sendiri, waktu bagi para konsumen untuk membeli komputer yang dipasang di pergelangan tangan mereka sendiri masih belum saatnya.

Hanya bisa dihubungkan ke ponsel Samsung


Vlad Savov dari The Verge membuka dengan sebuah foto Gear yang dihubungkan ke Samsung Galaxy Note 3 dengan kabel USB yang diikatkan di pergelangan tangan:  tentu saja menjadi wajar untuk mengkritik keterbatasan dari smartwatch tersebut. Gear tidak hanya bergantung pada koneksi Bluetooth ke smartphone untuk mengoperasikan sebagian besar aplikasi dan fitur. Galaxy Note saat ini adalah satu-satunya ponsel yang kompatibel dengan smartwatch tersebut.

Samsung mengatakan perangkat Galaxy lainnya seperti Galaxy S4, S III dan Note II segera diupdate untuk bisa kompatibel dengan smartwatch tersebut.

Tidak bekerja cukup baik

Kritik yang beredar luas adalah bahwa fungsi Galaxy Gear tidak sebanding dengan harganya sebesar 299 dolar Amerika (sekitar Rp3,4 juta).

“Samsung menggambarkannya sebagai sebuah perangkat pendamping, dan Gear sangat bergantung pada link pusat  ke perangkat Samsung lainnya, namun tidak pernah membuat saya merasa bahwa ini adalah perangkat pendamping yang sangat membantu.”

“Idealnya, sebuah smartwatch ditujukan untuk membebaskan Anda dari ketergantungan yang berlebihan terhadap smartphone, tanpa harus membuat Anda terputus dari dunia digital,” kata  Christina Bonnington di Wired, mengulang keluhan Savov. “Untuk saat ini, janji mereka belum terpenuhi.
Bennington menyebut Gear hanyalah “aksesoris smartphone seharga 300 dolar Amerika (sekitar Rp3,4 juta).”

Notifikasinya tidak berguna

Tim di situs teknologi T3 tidak terkesan dengan notifikasi Gear, mereka mengatakan “Samsung Galaxy Gear tidak pernah membuat kami merasa seperti kami membutuhkannya, karena pada kenyataannya semakin sering kita menggunakannya semakin tidak berguna perangkat tersebut. Notifikasi – fungsi utama – masih sangat standar, aplikasinya sedikit dengan voice smart yang sangat mengecewakan.”

Brent Rose dari Gizmodo sangat tidak terkesan dengan apa yang ditampilkan sebagai keunggulan dari smartwatch Gear – notifikasi – sejak dia menemukan bahwa “tidak ada yang bisa dilakukan jam tangan ini yang bisa dilakukan ponsel Anda dengan lebih baik.”

“Anda mendapatkan beberapa kalimat pertama pada email, yang tentu saja sangat mudah untuk dibaca pada layar jam tangan Anda,” kata Rose. “Namun, ini hanya bekerja pada email yang dikirim/diterima melalui aplikasi email bawaan Samsung. Kami kira mayoritas pengguna Andorid memiliki akun Gmail, dan kami bisa mengatakan bahwa aplikasi Gmail lebih baik dan lebih nyaman. Sayang sekali untuk saat ini.”  

Aplikasinya kurang banyak, dan aplikasi tersebut tidak terlalu berguna


Rose melanjutkan: Contohnya, cobalah S Voice. Secara teori, itu mampu melakukan semua hal yang bisa dilakukan asisten suara Android. Namun S Voice di smartwatch sangat lamban dan kurang akurat.

“Masalah sesungguhnya adalah bahwa Gear belum bisa melakukan banyak hal, dan apa yang bisa dilakukannya saat ini, belumlah maksimal.”

Galaxy Gear produksi Samsung diluncurkan dengan lebih dari 70 aplikasi, tapi kebanyakan, seperti Evernote, mengharuskan supaya aplikasi Android terkait diinstal di smartphone yang terhubung dengan Galaxy Anda dan hanya bisa berfungsi jika berkolaborasi dengan aplikasi penuh. Dan masalah lainnya, sebagian aplikasi bahkan belum tersedia, dan tidak ada jaminan bahwa berbagai perusahaan akan mengembangkannya untuk Galaxy Gear kecuali smartwatch itu terbukti sukses.

Baterainya Boros

Meskipun Samsung sudah mengambil beberapa langkah untuk menghemat daya Gear, terus-menerus mengecas jam Anda setiap sore membuat para pengulas tidak terkesan.

Perusahan itu mengatakan bahwa baterai Gear berdaya 315 mAh itu bisa Anda gunakan “sekitar seharian” dan banyak pengulas yang yakin bahwa pernyataan itu sepenuhnya benar -- untuk yang lebih baik atau lebih buruk. “Tidak ada yang meragukannya tentang itu teman-teman, smartwatch itu harus dicas setiap malam,” tulis John V. Dari Phone Arena.

Mereka yang sudah tak asing dengan smartphone yang dihubungkan dengan jam Pebble, hanya perlu dicas seminggu sekali, pasti akan jengkel jika harus menge-charge Gear sesering smartphone mereka. Meskipun Pebble tidak menghadirkan layar berwarna atau kamera, perangkat itu tentu saja memiliki daya tahan baterai yang jauh lebih baik. Beberapa pengguna kemungkinan berharap tidak harus mengecas setiap hari.

Baterai cadangan?


Dan meskipun metode mengecasnya tampaknya cukup mudah, rasanya aneh jika Anda harus membawa-bawa pengisi baterai apalagi jika Anda akan pergi seharian penuh atau lebih lama.

“...Anda harus membawa pengisi baterai jika Anda akan meninggalkan rumah selama lebih dari dua hari,” jelas Andrew Hoyle dari CNET. “Dengan penggunaan terus-menerus, jam tangan Anda hanya mampu bertahan seharian, jadi tinggalkan pengisi daya dan Anda akan pasti langsung melihat gadget terbaru Anda yang menarik itu hanya menjadi onggokan logam dan karet tak berguna yang dililitkan di lengan Anda.”

Teknologi hebat berikutnya... segera datang?


Jadi, kesepakatan bersama tentang Galaxy Gear adalah bahwa perangkat tersebut merupakan ide brilian, namun segera beritahu kami jika model terbarunya sudah diluncurkan. Dan kami harus mengatakan bahwa, dengan Samsung membeberkan bahwa teknologi layar yang fleksibel akan hadir untuk “perangkat masa depan,” dan beberapa laporan terbaru melansir bahwa Galaxy Gear 2 tengah dikembangkan, mungkin ada harapan yang patut untuk dinantikan.

Chris Burns dari SlashGear pada dasarnya menyimpulkannya dengan pernyataan sentimen, dia mengatakan bahwa dia tak sabar melihat deretan produk wearable keluaran Samsung.

“Saat ini, dengan terbatasnya pasar yang ingin membeli Galaxy Note 3, Galaxy Gear lebih seperti latihan dalam membuka jalan bagi serangkaian produk masa depan,” ujar Burns. “Samsung melakukan pekerjaan cukup baik dengan software dan hardware yang ada di perangkat ini - sekarang mereka jauh lebih siap untuk menciptakan perangkat mutakhir berikutnya.”


SUMBER :
http://id.berita.yahoo.com/keluhan-tentang-smartwatch-galaxy-gear-samsung-104249140.html 



Analisis :
Pertama kali saya melihat iklan smartphone Samsung Galaxy Gear ini, saya tertarik karena unik. Tapi setelah saya melihat spesifikasi di media internet, ternyata ada beberapa keluhan dan kekurangan pada gadget ini.
Memang setiap barang mempunyai kelebihan dan kekukarangannya masing-masing. 


Jadi, kabar buruknya adalah bahwa Galaxy Gear kemungkinan bukanlah smartwatch yang selama ini kita sudah nanti-nantikan.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Powered by Blogger