Subscribe Twitter Facebook

Kamis, 07 November 2013

Simulasi Evolusi Robot Masa Depan: Diprediksi Dapat Berjalan, Merangkak dan Menggeliat

Pasebania, masih ingatkah Anda dengan film Wall-E? Film keluaran Pixar pada tahun 2008 ini menceritakan tentang sebuah robot yang sangat loyal terhadap bumi dengan membersihkan sampah rongsokan yang tersebar di dalamnya tatkala manusia yang seyogianya mengurus bumi malah meninggalkannya dan menetap di planet lain. Manusia pun menjadi teramat malas karena hampir segala aktivitas serta kebutuhan hidupnya ‘dimanjakan’ oleh beragam robot modern.  Film ini pun menceritakan tentang kisah asmara Wall-E dengan robot lain bernama Eve. Tapi tunggu dulu, kali ini Paseban tidak akan menceritakan tentang romansa mereka, tapi mengenai prediksi pergerakan robot di masa yang akan datang. Para peneliti dari Cornell University penasaran akan bagaimanakah pergerakan robot masa depan, apakah akan banyak menciptakan berbagai evolusi melalui cara mereka bergerak.
 Mereka membuat sebuah software yang mencari tahu bagaimana pergerakan robot tersebut dalam bentuk sebuah balok-balok yang disebut musle blocks dengan perpaduan material tisu, tulang serta perpaduan alami lainnya. Beberapa pergerakan robot ini ada yang dianalogikan sebagai seekor Cheetah, dengan balok otot yang diberi warna sesuai dengan empat bagian otot. Penelitian ini mengedepankan pemikiran bahwa semakin cepat pergerakan sebuah makhluk, semakin banyak pula keturunan yang akan dihasilkan. Evolusi robot ini telah menghasilkan sekitar 175.000 generasi hanya saja tidak semuanya ditampilkan oleh para peneliti ini.      
Evolusi robot ini diberi empat material yaitu: otot pertama berwarna merah, tisu dengan warna biru muda, otot kedua berwarna hijau dan biru tua untuk tulang. Otot pertama berfungsi sebagai contract then expand, tisu sebagai soft support, otot kedua kebalikan dari otot pertama dan terakhir, tulang sebagai hard support. Di dalam video di bawah ini ditampilkan lima variasi evolusi robot masa depan beserta grafik garis keturunan keluarga berupa perbandingan empat material tadi. Setelahnya ada pula beberapa creature favorit yang ajaib namun fungsional. Menarik, bukan?
Mungkin sebelumnya kita telah mengetahui sebuah software yang berkaitan dengan simulasi robot bernama Microsoft Robotic Developer Studio. Software yang dianggap user-friendly ini terlihat nyata dan dalam penggunaannya Anda tinggal ‘drag and drop’ saja. Software ini sangat membantu bagi para pecinta dunia robotik karena pada praktiknya yang tidak memerlukan hardware, software ini meminimalisasi kesalahan dalam proses pembuatannya. Kembali ke simulasi evolusi robot tadi, berikut akan dijelaskan satu per satu mengenai kelima jenisnya.

Anda dapat melihat pada gambar di bawah ini bahwa otot-otot sang robot masing-masing diberi warna yang berbeda. Otot pertama berwarna merah, otot kedua berwarna hijau, ungu untuk otot ke-3 dan biru untuk otot ke-4. Robot masa depan ini terdiri dari Sprinter, Galloper, Incher, Knuckler dan Flailer.  
  1. Sprinter
Bentuknya menyerupai huruf L dengan lengkungan yang menjadi pivot point di mana dapat memanjang dan mengkerut dengan bertenaga serta langkahnya yang berotot.
  1. Galloper
Bot ini merupakan salah satu yang pertama dalam mengembangkan kaki-kaki yang panjang dengan tulang di mana memberikan kestabilan untuk berlari layaknya seekor kuda.
  1. Incher
Ini yang agak berbeda dari yang lain. Pada simulasi ini tidak disediakan kaki, semua berbahan material lembut. Pergerakannya pun tidak terlalu cepat karena bot ini bergerak dengan cara merayap maju.
  1. Knuckler
Robot knuckler ini dapat bertahan di kala robot-robot lain yang mengandalkan tungkai depan untuk berjalan tapi sangat jarang untuk dapat terus berjalan. Lengan The Knuckler ini mengayun untuk mengangkat badannya dari tanah. Pergerakannya ini mirip dengan cara gorila berjalan.
  1. Floailer
Robot tanpa kaki ini menggoyangkan lengannya dengan penuh semangat (dan terlihat menyedihkan) untuk terus dapat bergerak maju.    
Begitulah penjelasan singkat mengenai beberapa evolusi simulasi robot yang pergerakannya telah banyak mengalami kemajuan. Penelitian yang digagas oleh Nick Cheney, Rob MacCurdy, Jeff Clune dan Hod Lipson ini cukup menarik perhatian orang banyak dilihat dari komentar-komentar yang masuk untuk video tersebut dan responnya pun kebanyakan positif. Apakah inovasi pergerakan robot selanjutnya? Mari Pasebania nantikan penelitian-penelitian berikutnya.

ANALISIS
Perkembangan robot memang semakin lama semakin berkembang. Jika dikatakan robot masa depan dapat diprediksi dapat berjalan, merangkak dan menggeliat menurut saya itu sesuatu yang unik. Dan saya mendukung atas perkembangannya. Karena dengan semakin canggihnya robot dapat memudahkan manusia untuk melakukan aktivitas.  Di zaman sekarang ini dimana teknologi sedang berkembang pesat robot-robot dirancang untuk bisa membantu tugas-tugas manusia. Dengan bisa mengenal robot kita bisa mengetahui asal mula pembentukan dan penemuan robot. Sebuah alat mekanik yang dapat melakukan tugas fisik, baik menggunakan pengawasan dan kontrol manusia, ataupun menggunakan program yang telah didefinisikan terlebih dulu (kecerdasan buatan).Tetapi ada beberapa segi negatif jika manusia terlalu mengandalkan robot, semakin banyak robot yang digunakan oleh manusia untuk melakukan aktivitas, maka tingkat pengangguran semakin tinggi. Dan jasa manusia jarang digunakan sebagaimana mestinya.

SUMBER :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Powered by Blogger