Subscribe Twitter Facebook

Sabtu, 02 November 2013

7 Alasan Android Lebih Baik daripada BlackBerry

  1. Pushmail serta layanan Messaging

    Sekalipun layanan Pushmail Blackberry diklaim merupakan layanan pushmail terbaik yang menawarkan realtime messaging (kirim/terima pesan tepat waktu), namun fitur email di Android juga mampu melakukan hal yang sama (real time). Saya memang menggunakan Gmail untuk semua akun Email saya, dimana Gmail merupakan aplikasi default pada Android. Wajar saja bila ia dapat melakukan pushmail secara realtime seperti halnya Blackberry.
    Adakalanya, setelah saya test, justru Gmail di Android lebih dulu menerima email masuk beberapa detik sebelum blackberry. Hal tersebut semakin membuktikan bahwa android dapat melakukan pushmail secara realtime seperti halnya blackberry.
    Entahlah untuk akun email seperti Yahoo! atau Hotmail. Saya rasa untuk akun selain Gmail, Pushmail di BlackBerry lebih baik daripada Android. Bagaimana dengan anda?
  2. Isi email yang terpotong

    Salah satu kekurangan blackberry yang paling saya benci adalah, ia tidak bisa menerima email dengan attachment (lampiran) yang lebih besar dari 5 MB. Kalaupun ada email masuk, maka ia hanya menampilkan isi teks: Message truncated (pesan terpotong), tanpa ada keterangan lain.
    Saya biasa menerima email dengan lampiran dokumen berukuran besar dengan keterangan di dalamnya. Kondisi demikian sungguh membuat saya tidak nyaman. Bagaimana mungkin saya harus membuka laptop hanya untuk membaca isi email tersebut, sementara saya sedang di jalan? Maka tak ayal lagi, kepercayaan saya kepada blackberry pun semakin berkurang gara-gara insiden tersebut.
    Sementara untuk Android, saya tidak menemukan masalah isi email yang terpotong, sebesar apapun attachment yang menyertainya. Karena isi email langsung terkirim dari server Gmail ke ponsel. Sementara di Blackberry, isi email harus melalui server Blackberry terlebih dahulu dengan kapasitas dibatasi sebelum dikirim ke ponsel pengguna.
  3. Kecepatan peramban (browser) yang lambat

    Bagaimana mungkin orang dengan mobilitas tinggi seperti saya menggunakan peramban dengan kecepatan siput? Seperti itulah di benak saya saat mengakses beberapa situs menggunakan Blackberry, padahal saat itu saya mendapati jaringan 3G (HSDPA). Pada ponsel Android, saya tidak menjumpai masalah yang serupa. Bahkan pada jaringan 2G (EDGE) sekalipun, saya masih dapat berselancar dengan cepat.
    Mungkin ada yang mengira saya menggunakan operator yang berbeda. Saya jelaskan, bahwa saya menggunakan operator yang sama (Indosat IM3 dan Simpati), jaringan yang sama (3G maupun 2G), dan waktu yang sama (Siang dan malam). Hasilnya, berselancar dengan Android jauh lebih nyaman dibandingkan blackberry.
  4. Memory Blackberry yang cepat habis

    Pada ponsel BlackBerry, memory internalnya sering berkurang dengan lamanya waktu pemakaian dan makin banyaknya pesan yang masuk (email, BBM, atau SMS). Akibatnya, saya harus sering-sering me-restart ulang ponsel, bahkan beberapa hari sekali melakukan hard reset (lepas batere).
    Semakin banyak aplikasi yang dipasang pada Blackberry, maka intensitas restart semakin besar pula. Pertanyaannya, apakah saya harus menghapus aplikasi selain SMS, BBM dan Email untuk menggunakan blackberry secara nyaman? Nyaman di sini adalah tidak terlalu sering restart (minimal 3 hari sekali). Lantas bagaimana dengan kebutuhan online saya yang lain, haruskah saya mengorbankannya?
    Pada ponsel android, hampir tidak pernah saya melakukan restart, kecuali pada saat sistem menginginkannya (update aplikasi tertentu). Dan juga, sebanyak apapun saya memasang aplikasi, maka memory tidak akan habis, karena saya menguasai penuh sistem andorid tersebut (lihat lagi alasan saya memilih Android).
  5. SMS dan sering terhapus dengan sendirinya

    Disebabkan aktifitas perpesanan yang tinggi, maka terkadang SMS di inbox ponsel Blackberry terhapus sendiri. Entahlah apa penyebabnya. Saya menebak, kapasitas perpesanan total yang kecil. Bila aktifitas email dan BBM anda besar, sementara kapasitas penyimpanan kecil, maka harus ada yang dikorbankan untuk menampung pesan yang lebih dulu masuk, yakni menghapus pesan yang lebih lama.
  6. Aplikasi dukungan yang langka dan mahal

    Ketika saya membutuhkan aplikasi tertentu, dan kemudian saya mencarinya di Blackberry App World, saya jarang mendapatkan yang saya butuhkan. Kalaupun ada, maka aplikasi tersebut berbayar. Sudah wajar bila sang pengembang mematok harga untuk aplikasi yang ia kembangkan. Namun, di Android market, hampir setiap aplikasi yang saya butuhkan tersedia dengan gratis, ya meski harus bersabar dengan adanya banner iklan yang terkadang muncul di dalamnya. Namun tenang saja, banner iklan tersebut sudah bisa saya hilangkan, karena saya sudah menguasai penuh sistem operasinya. Saya melihat Blackberry lebih berorientasi bisnis dengan lebih memperhatikan para developer aplikasi dibandingkan penggunanya. Hal tersebut terlihat dengan banyaknya aplikasi murahan, namun tetap dipatok harga. Sementara android lebih melihat pangsa pasar dengan dibukanya sumber kode aplikasi pendukungnya.
  7. Layanan BIS yang mahal dan tidak optimal

    Sewaktu masih menggunakan Blackberry, saya menggunakan layanan BIS (Blackberry Internet Service) Unlimited dengan harga/bulan saat itu Rp. 120,000 (Indosat IM3) dan Rp. 99,000 (Simpati). Apa yang saya dapatkan dengan harga sebesar itu? Ya, layanan internet yang diklaim “tanpa batas”, Push email 4 akun, chating, jejaring sosial (twitter, facebook, dll), dan BBM (BlackBerry Messenger).
    Saya memang mendapatkan itu semua, namun… terbentur dengan kekecewaan-kekecewaan sebagai berikut:
    • Kecepatan yang seperti siput
    • Isi email yang terpotong
    • Facebook dan twitter yang lambat dan tidak responsif
    • Sambungan internet sering putus (disconnected) saat chating
    • BBM sering pending
    Ketika saya menggunakan Android, dengan harga yang sama, bahkan setengahnya untuk Indosat (Rp. 50,000/bulan -unlimited), saya bisa memperoleh seluruh fitur-fitur di Blackberry (kecuali fitur BBM), dengan kecepatan dan manfaat yang maksimal.
Terlepas dari segala kekurangan Blackberry di atas, saya mengakui ada beberapa fitur unggulan dari Blackberry yang tidak dimiliki oleh ponsel andorid yang saya miliki saat ini, yaitu:

  • Papan ketik (keyboard) fisik yang cukup enak digunakan, memungkinkan saya mengetik jauh lebih cepat dibandingkan dengan papan ketik virtual yang ada di ponsel android milik saya.
  • Enskripsi data yang cukup aman, karena harus melalui server Blackberry terlebih dahulu. Diakui oleh dunia IT, bahwa server Blackberry merupakan server dengan tingkat keamanan yang cukup baik.
  • Adanya fitur BBM (Blackberry Messenger) yang tidak ada di ponsel selain Blackberry. Mau tak mau, ingin tak ingin, saya terpaksa menggunakan dan menikmati layanan ini, karena sebagian besar rekan kerja saya menggunakannya. Ironisnya, BBM seperti sebuah kewajiban bagi mereka. Mereka enggan memberikan informasi melalui media komunikasi lain, selain BBM. Jadi, bila saya ingin mendapat informasi, wajib menggunakan Blackberry :(
  • Lebih hemat batere dibandingkan ponsel android.


Manfaat nyata menggunakan ponsel Android

Dan sebagai jawaban atas pertanyaan dari pak Joko Sutarto di tulisan Alasan Memilih Sistem Operasi Android, maka saya akan menjelaskan beberapa manfaat optimal yang saya rasakan ketika menggunakan ponsel android.

  1. Aktifitas email dan perpesanan secara realtime

    Sudah saya jelaskan di atas. Yang jelas, saya langsung dapat membaca komentar-komentar yang masuk di blog ini melalui email. Sebesar apapun ukuran email yang masuk, saya pun masih dapat membacanya.
    Untuk pesan SMS gratis, saya menggunakan aplikasi whatsapp dan Jaxtrsms. Keduanya memungkinkan saya mengirim pesan ke berbagai macam ponsel secara gratis. Khusus untuk JaxtrSMS, ponsel si penerima tidak perlu dipasang aplikasi sejenis.
  2. Aktifitas ngeblog

    Saya mampu untuk mengelola seluruh blog-blog saya dalam ponsel android saya, baik itu blog yang berbasis wordpress seperti blog ini, blog tumblr (thisisme), blog posterous (Rismaka’s Photoblog), blogspot, dan lain-lain. Android Market menyediakan aplikasi untuk ngeblog dari berbagai macam platform. Saat saya hendak melihat statistik kunjungan blog melalui Google Analytic, saya bisa dengan mudah melihatnya kapan saja dengan aplikasi gAnalytics.
  3. Aktifitas fotografi

    Salah satu hobi saya adalah fotografi. Saya biasa mengambil beberapa foto, dan kemudian mengeditnya melalui aplikasi fotografi yang banyak dikembangkan, memberinya berbagai macam efek, dan kemudian mengunggahnya ke berbagai macam jejaring sosial seperti facebook, twitter, maupun posting ke blog foto saya (rismaka’s photoblog).
  4. Aktifitas bisnis online

    Saat saya hendak mentransfer uang ataupun hanya melihat balance (jumlah), saya bisa menggunakan aplikasi resmi paypal for android. Ketika hendak melihat pencapaian dari Google Adsense, saya bisa melihatnya melalui aplikasi AdSense Dashboard, Adsense Widget, atau Adsense Client.
  5. Membaca berita

    Di sela-sela perjalanan ke kantor, saya biasa membaca berita maupun blog secara online menggunakan Aplikasi google reader. Banyak portal berita Indonesia menyediakan aplikasi native android, seperti detik, kompas, liputan 6, tempointeraktif, majalah pulsa, dan lain sebagainya. Bahkan forum terbesar dan terpopuler di Indonesia (Kaskus) pun memiliki aplikasi untuk android yang dikembangkan oleh pihak ketiga.
  6. Aktifitas-aktifitas offline lainnya

    Berbagai macam aktifitas baik online maupun offline bisa saya lakukan melalui ponsel android. Namun saya rasa tidak perlu dijelaskan satu persatu karena terbatasnya waktu untuk menuliskannya.

Analisis 
Memang tak dapat dipungkiri persaingan gadget di tanah air semakin ketat. Sebut saja persaingan antara ponsel pintar berbasis Android dan BlackBerry. Secara fiture kedua smartphone tersebut memang canggih dan pernah menjelajah di seluruh dunia khususnya di Indonesia. Pada tahun 2011 memang Blackberry menjadi nomor satu akan tetapi dengan berjalannya waktu Android semakin maju dan mewabah. 
Menurut saya setiap smartphone memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Sama seperti dengan Blackberry dan Android. Karena saya Blackberry user menurut saya Blackberry sudah mempunyai fiture-fiture yang cukup menarik, bagus dan canggih. Apalagi pada layanan BBM. Karena kelebihannya itulah, saya masih menggunakan Blackberry hingga saat ini.. Akibatnya, saya membuang Rp. 55rb/bulan hanya untuk mendapat informasi dari teman-teman kuliah saya melalui BBM. Akan tetapi masih ada kekurangannya khususnya pada sistem rebootnya. Proses rebootnya memakan waktu sekitar 10 menit dan jika sering dipakai maka akan keluar seperti jam pasir dan biasanya sistemnya menjadi lemot. 
Sedangkan Android yang saya liat memang tampilan interface nya jauh lebih bagus dibanding Blackberry. Apalagi sekarang Android sudah meluncurkan Aplikasi BBM. Maka dari itu Android lebih maju dan lebih memikat para pencinta smartphone.




SUMBER :
http://www.rismaka.net/2011/12/7-alasan-android-lebih-baik-daripada-blackberry.html

0 komentar:

Posting Komentar

 
Powered by Blogger