Subscribe Twitter Facebook

Selasa, 08 Januari 2013

STRUKTUR ORGANISASI PT. SIGMA CIPTA CARAKA SECARA ANALISA DI DALAM SEBUAH SISTEM PERUSAHAAN



A. Latar belakang
Organisasi atau perusahaan harus mampu mengelolah manajemennya  untuk memenangkan persaingan pada era yang serba kompetitif supaya dapat bertahan untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan tujuan perusahaan. Setiap perusahaan, baik yang bergerak dibidang produksi, jasa maupun  industri, pada umumnya memiliki tujuan untuk memperoleh keuntungan.
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam kegiatan bisnis organisasi memberikan dampak yang signifikan dalam menciptakan keunggulan bersaing.  Organisasi yang terus berubah dan melakukan adaptasi terhadap perubahan industri akan bertahan dan dapat menggerakan organisasi sesuai dengan visi dan misi.
PT Sigma Cipta Caraka (SIGMA) merupakan perusahaan penyedia layanan pendukung bisnis berbasis teknologi informasi dan komunikasi terdepan yang sudah berkiprah lebih dari 20 tahun di Indonesia.
SIGMA telah menjadi perusahaan pemrakarsa dalam pengembangan IT serta penyedia layanan operasional dan maintance bagi berbagai macam jenis industri baik didalam maupun luar negeri. SIGMA menawarkan layanan berbasis IT yang bervariasi, mulai dari layanan konsultan, produk software, aplikasi, layanan pengembangan software serta operasi pusat data diperbankan (baik yang berbasis konvensional maupun sharia), sector keuangan, telekomunikasi, manufaktur serta distribusi.
Diawal tahun 2008, SIGMA secara resmi menjadi salah satu anak perusahaan TELKOM, sebuah perusahaan penyedia layanan telekomunikasi terbesar di Indonesia.

B. Pembahasan Permasalahan

                Struktur Organisasi PT. Sigma Cipta Caraka
Struktur Orgaanisasi


Pada struktur organisasi diatas berbentuk Organisasi Lini.
Organisasi Lini dapat didefinisikan sebagai bentuk organisasi yang didalamnya tedapat garis wewenang  yang berhubungan langsung secara vertikal antara atasan dengan bawahan. Setiap kepala unit mempunyai tanggung jawab untuk melaporkan kepada kepala unit satu tingkat diatasnya.
Pada struktur diatas yang jabatannya tertinggi yaitu Ir. Dadang Sadikin sebagai direktur perusahaan, dan dibawahnya terdapat manager-manager kepala bagian yaitu Nazar Tadin sebagai Manager Operasional dan Rusbandiy sebagai Manager Administrasi. Dan dibawah Manager Operasional dapat disebut juga karyawan yang bekerja dibawah naungan kepala bagian. Karyawan dibagian marketing Devri Noor dan karyawan dibagian rekrutment Supriyanto berada dibawah naungan Manager Operasional. Sedangkan karyawan dibagian Administrasi terdapat Agus S. sebagai karyawan umum dan Heru Sigit P. sebagai karyawan HRM (Human Resource Management) atau disebut juga SDM.

Kekurangan dalam struktur organisasi Lini tersebut adalah :
  1. Jumlah karyawannya masih sedikit
  2. Sarana dan alatnya masih terbatas.
  3. Ada kecenderungan gaya kepemimpinan berkuasa sendiri secara mutlak dan merasa dirinya (pemimpin) pusat kekuasaan dan kewenangan sehingga ia berhak menjadikan anak buah sesuai dengan kehendaknya. Ini  yang disebut gaya kepemimpinan yang Otokratis.
  4. Pengembangan kreatifitas karyawan terhambat.
Adapun kelebihan dalam struktur organisasi tersbut adalah
  1. Rasa solidaritas dan spontanitas seluruh anggota organisasi besar.
  2.  Dispilin dan loyalitas tinggi.
  3. Proses decision making berjalan cepat.
  4. Atasan dan bawahan dihubungkan dengan satu garis komando.
Dalam struktur organisasi diatas salah satu kelemahannya yaitu ada kecenderungan gaya kepemimpinan berkuasa sendiri secara mutlak dan merasa dirinya (pemimpin) pusat kekuasaan dan kewenangan sehingga ia berhak menjadikan anak buah sesuai dengan kehendaknya. Ini  yang disebut gaya kepemimpinan yang Otokratis. Dengan keadaan tersebut kemungkinan akan terjadinya konflik.
Didalam hubungan komunikasi di suatu lingkungan kerja atau perusahaan konflik antar individu akan sering terjadi. Konflik yang sering terjadi biasanya adalah karena masalah komunikasi yang kurang baik. Sehingga cara mengatasi konflik dalam perusahaan harus benar-benar dipahami management inti dari perusahaan, untuk meminimalisir dampak yang timbul.
Permasalahan atau konflik yang terjadi antara karyawan atau karyawan dengan atasan yang terjadi karena masalah komunikasi harus di antisipasi dengan baik dan dengan system yang terstruktur. Karena jika masalah komunikasi antara atasan dan bawahan terjadi bias-bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya mogok kerja, bahkan demo.
Biasanya masalah timbul karena lingkungan yang kurang kondusif di suatu perusahaan. Misalnya, kondisi cahaya yang kurang, atau sirkulasi yang kurang baik, dan temperatur ruangan yang tinggi sangat mungkin untuk meningkatkan emosi seseorang, jadi kondisi dari lingkungan juga harus di perhatikan
Konflik dalam perusahaan juga sering terjadi antar karyawan, hal ini biasanya terjadi karena masalah diluar perusahaan, misalnya tersinggung karena ejekan, masalah ide yang dicuri, dan senioritas. Perusahaan yang baik harus bisa menghilangkan masalah senioritas dalam perusahaan. Hal ini dapat meminimalisir masalah yang akan timbul, kerena dengan suasanya yang harmonis dan akrab maka masalah akan sulit untuk muncul.

Bisa berbagai masalah terhadap pemimpinnya bersifat Otokritas ini yaitu:
* Mementingkan tugas dibandingkan pendekatan kemanusiaan
* Memaksa bawahan untuk patuh dan menuntut kesetiaan mutlak
* Memaksa, mengancam, menghukum atau bahwkan mengintimidasi terhadap anak buah
* Serba intruksi dan perintah.
* Kasar dalam pikiran, perasaan dan perbuatan
* Kaku dalam pergaulan terutama kepada anak buah
* Mencari perhatian ke atasan kalau ia pemimpin tingkat lini dan tingkat menengah
* Lebih banyak kritik dari pada memuji bawahan.

C. Landasan Teori

Menurut Wikipedia, Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.
Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya. Dengan dibawasertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.
Menurut Gibson, et al (1997: 437), hubungan selain dapat menciptakan kerjasama, hubungan saling tergantung dapat pula melahirkan konflik. Hal ini terjadi jika masing – masing komponen organisasi memiliki kepentingan atau tujuan sendiri – sendiri dan tidak bekerja sama satu sama lain.

D. Pemecahan Masalah
Sehingga untuk mensiasati masalah ini bisa dilakukan dengan berbagai cara yaitu: 
·     Membentuk suatu system informasi yang terstruktur, agar tidak terjadi kesalahan dalam komunikasi. Misalnya, dengan membuat papan pengumungan atau pengumuman melalui loudspeaker.
·        Buat komunikasi dua arah antara atasan dan bawahan menjadi lancer dan harmonis, misalnya dengan membuat rapat rutin, karena dengan komunikasi yang dua arah dan intens akan mengurangi masalah di lapangan.
·    Beri pelatihan dalam hal komunikasi kepada atasan dan karyawan, pelatihan akan memberikan pengetahuan dan ilmu baru bagi setiap individu dalam organisasi dan meminimalkan masalah dalam hal komunikasi.

Dengan kenyataan tersebut, kita mendefinisikan masalah sebagai suatu kondisi yang memiliki potensi untuk menimbulkan kerugian luar biasa  atau menghasilkan keuntungan luar biasa. Jadi pemecahan  masalah berarti tindakan memberi respon terhadap masalah untuk menekan akibat buruknya atau memanfaatkan peluang keuntungannya. Pentingnya pemecahan masalah bukan didasarkan pada jumlah waktu yang dihabiskan, tetapi pada konsekuensinya  keputusan adalah pemilihan suatu strategi atau tindakan.
              Pengambilan keputusan adalah tindakan memilih strategi  atau aksi yang manajer  yakini akan memberikan solusi terbaik  atas masalah tersebut. Salah satu kunci pemecahan masalah adalah identifikasi berbagai  alternative keputusan. Solusi bagi suatu masalah harus mendayagunakan system untuk memenuhi tujuannya, seperti tercermin pada standar kinerja system. Standar ini menggambarkan keadaan yang diharapkan, apa yang harus dicapai oleh system.

E. Kesimpulan

Konflik bisa terjadi pada perusahaan. Konflik dapat dicegah dengan adanya komunikasi antara sesame anggota perusahaan dengan atasan. Sehingga perusahaan dapat menghasilkan yang lebih optimal dalam melakukuan usahanya.
Struktur organisasi berbentuk lini ini pada perusahaan PT. Sigma Cipta Caraka belum cukup efektif dikarenakan kecenderungan munculnya gaya kepemimpinan yang Otokratis lumayan besar.  Jika sang pemimpin tidak mampu maka akan mudah jatuh perusahaan yang dikelola tersebut. Akan tetapi tidak semua organisasi berbentuk Lini akan berdampak seperti itu. Semua tergantung pada pemimpinnya masing-masing dan sistem organisasi perusahaanya.



Sumber :



0 komentar:

Posting Komentar

 
Powered by Blogger