Subscribe Twitter Facebook

Selasa, 15 Mei 2012

Aku yang lemah yang tak bisa berbuat apa-apa :')

Tak ada lagi kamu yang memenuhi kotak inbox di handphone ku. Tak ada lagi sapamu sebelum tidur yang membuncah riuh ditelingaku.
Tanpamu.... semua berbeda dan tak lagi sama.

Aku membuka mata dan berharap hari-hariku berjalan seperti biasanya, walau tanpamu, walau tak ada kamu yang memenuhi hariku. Seringkali aku terbiasa melirik ke layar handphone,
namun tak ada lagi ucapan selamat pagi darimu yang memasok energi ku. Pagi yang berbeda. Ada sesuatu yang hilang.

Lalu aku mulai terbiasa menjalani semua aktivitasku. Namun aku tersadar sekarang tak ada lagi kamu yang berberan aktif dalam siang dan malamku. Tak ada lagi canda tawa.
Bukan masalah besar memang, tapi entah kenapa aku seperti merasa kehilangan. tanpa pernah tau apa yang telah hilang. Aku seperti mencari, tanpa tahu apa yang telah kutemukan.

Rasa ini begitu absurd dan sulit untuk dideskripsikan.
Aku menyadari perubahan yang begitu besar setelah kamu tidak lagi mengisi hari-hariku. Aku terlalu lemah untuk merasakan semua rasa sakit yang telah kau sebabkan.

Bagaimana mungkin aku bisa menemukan yang seseorang yang lebih sempurna jika aku mengganggapmu yang paling sempurna?

Aku benci dengan keadaan ini. Entah mengapa dalam peristiwa harus ada yang terluka, sementara yang lainnya bisa saja bahagia ataupun tertawa. Kamu tertawa dan aku terluka. Kita seperti saling menyakiti, tanpa tahu apa yang patut dibenci.
Kita sepertinya saling memendam dendam, tanpa tau apa yang harus dipermasalahkan.

Aku menangis sejadi-jadinya, sedalam-dalamnya atas dasar cinta. Kamu tertawa sekeras-kerasnya atas dasar......entah harus ku sebut apa.
Aku tak pernah mengerti jalan pikiramu yang terlampau rumit itu. Aku merasa sangat kehilangan, sementara kamu dengan asik nya dengan yang lain.

Aku hanya ingin tahu isi otakmu saja, apa kamu tak pernah memikirkan mendung yang semakin menghitam dihatiku? Atau.....mungkin saja kamu tak punya otak? Atau tak punya hati?

Tak banyak hal yang bisa ku lakukan, selain mengikhlaskan. Tak ada hal yang mampu ku perjuangkan selain membiarkanmu pergi. Aku hanya berusaha menikmati luka, hingga aku terbiasa dan akan menganggapnya tak ada. Kepergianmu yang tak beralasan.

Apakah kamu tau aku mulai suka air mata yang seringkali jatuh untukmu. Aku mulai emnikmati saat-saat nafasku ketika mengingatmu.Jika kamu sedikit peka kamu akan menyadari dibalik semua senyum palsuku.

Terima kasih untuk semuanya yang telah kau berikan :')
Aku merindukanmu.



Terinspirasi dari karya :




 

0 komentar:

Posting Komentar

 
Powered by Blogger