Subscribe Twitter Facebook

Senin, 23 April 2012

Untuk........ haruskah kusebut namamu?

Berkali-kali mengelak. Ini hanyalah ketertarikan sesaat, ini hanyalah rasa yang akan padam termakan hari. untuk seterusnya,  aku sealau menganggap hali ini biasa. Sampai pada suatu ketika, aku merindukan suaramu, menyentuh lembut gendang telingaku. Sejak pertama kali mendengar suaramu, seperti ada sentuhan asing yang menyentuh indra pendengaranku. Sekelebat suara seperti terus merasuk di otakku, suara siapa lagi kalau bukan suaramu? iyaa... pemilik suara itu adalah kamu.

Lalu, suaramu berlari pergi menghilang dari udara. Detik seakan-akan berhenti dan membeku. Menit yang tadinya kupu-kupu berterbangan sekejap berubah menjadi tawon yang seakan menyekat kulit. Semua berbeda!
Senyum yang sejak tadi melanggang di bibirku berubah menjadi muka yang melipat, seperti menyesali kepergian sesuatu. Iya... kepergian pemilik suara itu, kamu harus pamit dari udara! Dan.....aku terluka!

Aku menunggu hari yang sama agar bisa kembali mendengar bisikan suaramu yang menderas dan menggema dalam telingaku dan hatiku. kalau aku boleh bercerita tentang perjuanganku, aku seringkali mencar-cari berita dan kabar tentangmu.
Mungkin, kamu tak mau tau dan tak mau mengerti. Karena, ini bukan perasaan penting yang harus ku besar-besarkan. Toh, aku menikmati detik-detik aku mencari-cari bayangmu ditengah luasanya dunia maya.

Sebut saja aku abnormal, karena mulai merasa gelisah jika dalam rentan waktu tak tertentu tak mendengar suaramu. Kembali ke bagian awal, ini bisa saja hanya ketertarikan sesaat. Lagipula, aku tak berani mengganggumu, apalagi menyapamu lebuh dulu, apalagi mengetahui berita terhangat tentangmu.
Jadi....aku hanya bisa mendoakanmu. Tak lebih. Dan berharap semua mengalir dan berjalan seperti ini. Dan berharap perasaan bodoh ini tak meletup dan mencuat lebih kuat lagi.

Tentu saja, aku tidak akan berbicara banyak. Aku tak akan meyakinkanmu untuk mengenalku lebih jauh. Aku juga tak akan menyadarkanmu tentang sosokku yang bukan siapa-siapa ini. Kamu tentu tak mengetahui sosokku yang tersembunyi di antara ribuan pendengarmu. Aku terlalu kecil dan bukan siapa-siapa bagimu. Cukup! Tujuanku memang bukan itu!

Aku hanya tak ingin kegilaanku mengusik hari-harimu.

Terinspirasi karya blog
http://dwitasarii.blogspot.com/

0 komentar:

Posting Komentar

 
Powered by Blogger