Subscribe Twitter Facebook

Rabu, 02 November 2011

Ilmu Sosial Dasar Part III

Individu, Keluaraga, dan Masyarakat.
Pengertian individu
Individu berasal dari kata latin yaitu indviduum yang artinya tidak berbagi, individu menekankan penyelidikan pada kenyataan-kenyataan hidup yang istimewa dan seberapa mempengaruhi kehidupan manusia (Abu Ahmadi, 1991;23). Individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tidak dapat dibagi, melainkan sebagi kesatuan yang terbatas, yaitu sebagai manusia perseorangan. Manusia sebagai makhluk individu selalu berada di tengah-tengah individu lainnya yang akan membentuknya menjadi suatu pribadi yang prosesnya memerlukan waktu yang lama pribadi seorang individu dapat mulai dibentuk dari lingkungan keluarga dan kemudian di lingkungan masyarakat.
Pengertian Keluarga
Keluarga adalah unit satuan terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga dan beberapa orang yang tinggal dan terkumpul dalam suatu atap atau tempat tinggal dalam keadaan saling ketergantungan. Makna keluarga adalah makna dapat mempengaruhi perkembangan kepribadian indvidu anak dan bagaimana nanti seorang individu dapat berbaur dalam masyarakat maka dari itu apabila sebuah keluarga menjalankan fungsi-fungsi keluarga dengan baik maka akan tercipta kepribadian individu yang baik.
Macam – macam fungsi keluarga :
1. Fungsi biologis Dengan fungsi ini diharapkan agar keluarga dapat menyelenggarakan persiapan-persiapan perkawinan bagi anak-anaknya. Karena dengan perkawinan akan terjadi proses kelangsungan keturunan. Dan setiap manusia pada hakikatnya terdapat semacam tuntutan biologis bagi kelangsungan hidup keturunannya melalui perkawinan.
2. Fungsi pemeliharaan
Keluarga di wajibkan untuk berusaha agar setiap anggotanya dapat terlindung dari gangguan-gangguan sebagai berikut : 1. Gangguan udara dengan berusaha menyediakan rumah 2. Gangguan penyakit dengan berusaha menyediakan obat-obatan 3. Gangguan bahaya dengan berusaha menyediakan senjata, pagar tembok dan lain lain.
3. Fungsi ekonomi
Keluarga berusaha menyelenggarakan kebutuhan manusia yang pokok yaitu : 1. Kebutuhan makan dan minum 2. Kebutuhan pakaian untuk menutup tubuhnya 3. Kebutuhan tempat tinggal Sehubungan dengan fungsi ini keluarga juga berusaha melengkapi kebutuhan jasmani, dimana keluarga (orang tua) diwajibkan berusaha agar anggotanya mendapat perlengkapan hidup yang bersifat jasmaniah baik yang bersifat umum maupun yang bersifat individual.
4. Fungsi keagamaan
Dinegara Indonesia yang beridiologi pancasila berkewajiban pada setiap warganya untuk menghayati, mendalami, dan mengamalkan Pancasila didalam perilaku dan kehidupan keluarganya sehingga benar-benar dapat diamalkan pancasila ini dalam kehidupan sehari-hari. Dengan dasar pedoman ini keluarga diwajibkan untuk menjalani dan mendalami serta mengamalkan ajaran-ajaran agama dalam pelakunya sebagai manusia yang taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
5. Fungsi sosial
Dengan fungsi ini keluarga berusaha untuk mempersiapkan anak-anaknya bekal-beal selengkapnya dengan memperkenalkan nilai-nilai dan sikap-sikap yang dianut oleh masyarakat serta mempelajari peranan-peranan yang diharapkan akan mereka jalankan kelak bila sudah dewasa. Dengan demikian terjadi apa yang disebut istilah Soisialisasi. Dengan fungsi ini diharapkan agar di dalam keluarga selalu terjadi pewarisan kebudayaan atau nilai-nilai kebudayaan.
Pengertian masyarakat
Drs. JBAF Mayor Polak menyebut masyarakat adalah wadah segenap antar hubungan nasional terdiri atas banyak sekali kolektiva-kolektiva serta kelompok dan tiap-tiap kelompok terdiri atas kelompok-kelompok lebih baik atau subkelompok. Kemudian pendapat dari Prof.M.M Djojodiguno tentang masyarakat adalah suatu kebulatan daripada segala perkembangan dalam hidup bersama antar manusia dengan manusia. Akhirnya Hasan Sadily berpendapat bahwa masyarakat adalah suatu keadaan badan atau kumpulan manusia yang hidup bersama. Dapat disimpulkan bahwa masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki tatanan kehidupan, norma-norma, adat istiadat yang sama-sama ditaati dalam lingkungannya.

Hubungan antara Individu, Keluarga dan Masyarkat
Makna individu
Manusia dalah makhluk individu. Makhluk individu berarti makhluk yang tidak dapat dibagi-bagi, tidak dapat dipisah-pisahkan antara jiwa dan raganya. Para ahli psikologi modern menegaskan bahwa manusia itu merupakan suatu kesatuan jiwa raga yang kegiatannya sebagai keseluruhan, sebagai kesatuan. Kegiatan manusia sehari-hari merupakan kegiatan keseluruhan jiwa raganya. Bukan hanya kegiatan alat-alat tubuh saja, atau bukan hanya aktivitas dari kemampuan-kemampuan jiwa satu persatu terlepas daripada yang lain.
Makna keluarga Keluarga adalah merupakan kelompok primer yang paling penting didalam masyarakat. Keluarga merupakan sebuah grup yang terbentuk dari perhubungan laki-laki dan wanita. Perhubungan mana sedikit banyak berlangsung lama untuk menciptakan dan membesarkan anak-anak. Jadi keluarga dalam bentuk murni merupakan satu kesatuan social ini mempunyai sifat-sifat tertentu yang sama, dimana saja dalam satuan masyarakat manusia.
Makna masyarakat Mengenai arti masyarakat ini, ada beberapa pendapat yang mengemukakan definisi mengenai masyarakat :
1. R. Linton : seorang ahli antropologi mengemukakan, bahwa masyrakat adalah setiap kelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerja sama, sehingga mereka itu dapat mengorganisasikan dirinya dan berfikir tentang dirinya sebagai satu kesatuan social dengan batas-batas tertentu.
2. M.J Herskovist : bahwa masyarakat adalah kelompok individu yang di organisasikan dan mengikuti satu cara hidup tertentu.
3. J.L Gillin dan J.P Gillin : mengatakan bahwa masyarakat adalah kelompok manusia yang terbesar dan mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap, dan perasaan persatuan yang sama. Masyarakat itu meliputi pengelompokan-pengelompokan yang lebih kecil.
4. S.R Steinmetz : seorang sosiologi bangsa Belanda, mengatakan bahwa masyarakat adalah kelompok manusia yang tersebar yang meliputi pengelompokan-pengelompokan yang lebih kecil, yang mempunyai perhubungan yang erat dan teratur.
5. Hasan shadily : masyarakat adalah golongan besar atau kecil dari beberapa manusia, dengan atau sendirinya, bertalian secara golongan dan mempunyai pengaruh kebatinan satu sama lain.
Jadi masyarakat itu dibentuk oleh individu-individu yang beradab dalam keadaan sadar. Individu-individu yang hilang ingatan, individu-individu yang pikirannya rusak, individu-individu Type pertapa tidak dapat menjadi anggota masyarakat yang permanen, melainkan hanyalah kepada mereka yang benar-benar saling mengikatkan dirinya dengan individu-individu lainnya.
Menurut Ellwood, factor-faktor yang menyebabkan manusia hidup bersama, adalah :
a. Dorongan untuk mencari makan
b. Dorongan untuk mempertahankan diri
c. Dorongan untuk melangsungkan jenis

Suatu himpunan manusia supaya merupakan kelompok social harus memenuhi syarat-syarat, antara lain :
1. Setiap anggotanya harus sadar bahwa ia merupakan bagian lain kelompoknya.
2. Ada hubungan timbal balik antara anggota-anggotanya
3. Ada suatu factor yang dimiliki bersama, seperti nasib yang sama, ideology yang sama dan sebagainya.

Sumber :
http://kyocandle.wordpress.com/
Referensi buku MKDU Ilmu Sosial Dasar pengarang HARWANTIYOKO dan NELTJE F. KATUUK

0 komentar:

Posting Komentar

 
Powered by Blogger